Jum'at, 06 Februari 2009
WASHINGTON D.C. - Indonesia boleh berbangga karena menjadi tamu pertama yang diterima pemerintah baru Ameriksa Serikat. Mengutip inilah.com, Wapres Jusuf Kalla merupakan pimpinan negara asing pertama yang diterima Wapres AS Joe Biden. Presiden Barack Obama juga belum menerima tamu asing.
"Jadi, saya Wapres pertama yang diterima Wapres Joe Biden," kata Kalla setelah bertemu Joe Biden di Washington D.C., AS, kemarin waktu setempat.
Menurut Kalla, dirinya diterima Biden di kantornya, yang berada di west wing Gedung Putih. Biden, lanjut Kalla, sebenarnya belum siap menerima dirinya. Sebab, kabinet Obama-Biden belum dilantik. "Namun, karena Wapres dari Indonesia, akhirnya saya diterima," ujarnya.
Pertemuan tersebut sedianya berlangsung 30 menit. Namun, karena keduanya baru pertama bertemu, pertemuan itu akhirnya berlangsung sekitar 45 menit. Menurut Kalla, pertemuannya dengan Biden berlangsung santai dan hangat.
Berbagai hal dibicarakan dalam pertemuan itu. Terutama peningkatan kerja sama antara kedua negara. Meski demikian, Kalla mengaku bahwa Indonesia tidak meminta bantuan apa pun kepada AS. "Justru Wapres Joe Biden kaget. Biden tanya apa yang bisa saya bantu?" ucapnya. Kalla sendiri menyarankan agar AS segera menyelesaikan masalah Palestina.
Sebelumnya Kalla juga menghadiri acara tahunan jamuan pagi atau National Prayer Breakfast antara pemerintah, senat, dan Kongres AS di Hotel Hillton Washington D.C. Dalam kesempatan tersebut, Kalla menyampaikan pidato berjudul Creating Peace in Indonesia, Peaceful Settlement and Reconciliation.
Sementara itu, Indonesia pantas berharap banyak terhadap hubungan diplomasinya dengan Amerika Serikat. Setelah Wapres Jusuf Kalla menjadi tamu pertama bagi Wapres Joe Biden, kini giliran Menlu Hillary Clinton yang bakal mengawali kunjungan ke tanah air.
Informasinya, aplikasi visa ke Indonesia dikirimkan staf Hillary Clinton ke KBRI di Jalan Massachusetts, Washington D.C., hanya beberapa saat setelah dilantik dan disumpah oleh Wapres Joe Biden menjadi Menlu AS menggantikan Condoleezza Rice. Kunjungan tersebut rencananya dilakukan pada negara-negara di Asia. Namun, Indonesia merupakan negara pertama akan dikunjungi.
Rencana kunjungan Hillary itu kemarin disampaikan Mensesneg Hatta Radjasa. Dia menilai wajar bahwa Indonesia ditempatkan sebagai salah satu negara yang akan dikunjungi Menlu AS tersebut. "Waktu pidato di depan senat beberapa waktu lalu, dia (Hillary) sudah menyinggung peran penting Indonesia sebagai salah satu negara yang mampu mengatasi dampak krisis finansial global," ujarnya di Jakarta kemarin (5/2). "Indonesia masuk dalam radar negara-negara besar yang patut diperhitungkan," sambungnya.
Meski demikian, lanjut Hatta, bukan soal kunjungan Hillary yang harus diperhatikan, melainkan bagaimana Indonesia dan AS bisa membangun sinergi dan menjaga hubungan baik serta saling menghormati. Menurut Hatta, sebelumnya Presiden AS Barack Obama juga telah mengeluarkan pernyataan bahwa AS akan berpartner dengan negara-negara Islam. "Ini harus dimanfaatkan sebagai negara yang berpenduduk mayoritas muslim," ujarnya. (iw/nw)
"Jadi, saya Wapres pertama yang diterima Wapres Joe Biden," kata Kalla setelah bertemu Joe Biden di Washington D.C., AS, kemarin waktu setempat.
Menurut Kalla, dirinya diterima Biden di kantornya, yang berada di west wing Gedung Putih. Biden, lanjut Kalla, sebenarnya belum siap menerima dirinya. Sebab, kabinet Obama-Biden belum dilantik. "Namun, karena Wapres dari Indonesia, akhirnya saya diterima," ujarnya.
Pertemuan tersebut sedianya berlangsung 30 menit. Namun, karena keduanya baru pertama bertemu, pertemuan itu akhirnya berlangsung sekitar 45 menit. Menurut Kalla, pertemuannya dengan Biden berlangsung santai dan hangat.
Berbagai hal dibicarakan dalam pertemuan itu. Terutama peningkatan kerja sama antara kedua negara. Meski demikian, Kalla mengaku bahwa Indonesia tidak meminta bantuan apa pun kepada AS. "Justru Wapres Joe Biden kaget. Biden tanya apa yang bisa saya bantu?" ucapnya. Kalla sendiri menyarankan agar AS segera menyelesaikan masalah Palestina.
Sebelumnya Kalla juga menghadiri acara tahunan jamuan pagi atau National Prayer Breakfast antara pemerintah, senat, dan Kongres AS di Hotel Hillton Washington D.C. Dalam kesempatan tersebut, Kalla menyampaikan pidato berjudul Creating Peace in Indonesia, Peaceful Settlement and Reconciliation.
Sementara itu, Indonesia pantas berharap banyak terhadap hubungan diplomasinya dengan Amerika Serikat. Setelah Wapres Jusuf Kalla menjadi tamu pertama bagi Wapres Joe Biden, kini giliran Menlu Hillary Clinton yang bakal mengawali kunjungan ke tanah air.
Informasinya, aplikasi visa ke Indonesia dikirimkan staf Hillary Clinton ke KBRI di Jalan Massachusetts, Washington D.C., hanya beberapa saat setelah dilantik dan disumpah oleh Wapres Joe Biden menjadi Menlu AS menggantikan Condoleezza Rice. Kunjungan tersebut rencananya dilakukan pada negara-negara di Asia. Namun, Indonesia merupakan negara pertama akan dikunjungi.
Rencana kunjungan Hillary itu kemarin disampaikan Mensesneg Hatta Radjasa. Dia menilai wajar bahwa Indonesia ditempatkan sebagai salah satu negara yang akan dikunjungi Menlu AS tersebut. "Waktu pidato di depan senat beberapa waktu lalu, dia (Hillary) sudah menyinggung peran penting Indonesia sebagai salah satu negara yang mampu mengatasi dampak krisis finansial global," ujarnya di Jakarta kemarin (5/2). "Indonesia masuk dalam radar negara-negara besar yang patut diperhitungkan," sambungnya.
Meski demikian, lanjut Hatta, bukan soal kunjungan Hillary yang harus diperhatikan, melainkan bagaimana Indonesia dan AS bisa membangun sinergi dan menjaga hubungan baik serta saling menghormati. Menurut Hatta, sebelumnya Presiden AS Barack Obama juga telah mengeluarkan pernyataan bahwa AS akan berpartner dengan negara-negara Islam. "Ini harus dimanfaatkan sebagai negara yang berpenduduk mayoritas muslim," ujarnya. (iw/nw)






