
Selasa, 23 Desember 2008
Belum Puncak, Mudik di Manado Lebih Ramai dari Lebaran
Belum Puncak, Mudik di Manado Lebih Ramai dari Lebaran
MANADO - Seperti Lebaran di Jawa, kebiasaan mudik juga terjadi di Manado menjelang Natal. Pelabuhan laut dan bandara di ibu Sulawesi Utara itu dijejali penumpang. Baik yang datang dari luar pulau maupun yang akan meninggalkan Manado.Manado Post (Jawa Pos Group) melaporkan, bukan hanya penumpang yang memadati pelabuhan, tapi kendaraan roda empat dan dua pun memenuhi areal parkir. Mereka adalah para pengantar dan penjemput penumpang. Bahkan, banyaknya kendaraan yang masuk dan keluar areal pelabuhan mengakibatkan kemacetan di pintu gerbang. Kondisi hampir sama terjadi di Bandara Sam Ratulangi meski kepadatan itu belum mencapai puncaknya. "Arus mudik Natal masih biasa-biasa, tapi lebih banyak dari mudik Lebaran lalu," jelas Jan Situmorang, operasional manager PT Angkasa Pura I Manado. Dia memprediksi, lonjakan arus mudik baru terjadi pada akhir tahun nanti. Saat itu umat Kristiani akan merayakan Natal sekaligus liburan tahun baru. "Sekitar 30 atau 31 Desember nanti," ujar Jan. Peningkatan arus Mudik sudah terasa seminggu lalu. Warga Manado dan daerah lain di Sulut yang merantau ke luar pulau, banyak yang pulang kampung untuk merayakan Natal bersama keluarga. Sebagian besar merantau ke kota-kota di Jawa, terutama Jakarta dan Surabaya. Karena itu, kapal laut dan pesawat yang datang dari dua kota tersebut selalu penuh penumpang. Peningkatan kesibukan juga terjadi di terminal bus antarkota. Di Terminal Karombasan dan Malalayang, mulai terasa adanya lonjakan penumpang meski belum signifikan. Ini bisa dimaklumi. Sebab, mereka yang menggunakan angkutan darat hanya yang akan mudik atau datang dari kota-kota yang tak terlalu jauh dari Manado. Misalnya, Tomohon dan Gorontalo. Natal Bebas Teror Masyarakat yang akan merayakan Natal tak perlu khawatir dengan aksi terorisme. Damai malam kudus itu tak bakal terusik oleh mereka yang tidak bertanggung jawab. Kepala Kepolisian RI (Kapolri) Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri memastikan anak buahnya siaga penuh. "Aman, insya Allah aman. Semua sudah siap," ujar Kapolri saat dicegat wartawan setelah menghadiri upacara penutupan Latihan Gabungan Antiteror TNI-Polri di Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, kemarin (22/12). Menurut Bambang, apel siaga pengamanan Natal di seluruh kepolisian daerah di Indonesia dihelat mulai hari ini ( 23/12). "Berjalan serentak, jumlahnya ribuan (personel)," kata mantan Kabareskrim itu. Total pasukan yang telibat dalam pengamanan Natal dan tahun baru adalah 47.685 personel. Pagi ini Mabes Polri dan Polda Metro Jaya akan menggelar upacara apel siaga di Lapangan Silang Monas, Jakarta. Sedangkan kegiatan pengamanan yang diberi sandi Operasi Lilin itu dimulai Rabu 24 Desember 2008 hingga Jumat 2 Januari 2009.Polisi akan berkonsentrasi pada gereja, pusat perbelanjaan, jalur-jalur utama kota, kedutaan, dan objek vital lain. Dari total 47.685 polisi, Mabes Polri akan menurunkan 350 personel, Kepolisian Daerah Sumatera Utara 2.500 personel, Kepolisian Daerah Metro Jaya 4.300 personel, sedangkan Kepolisian Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur masing-masing 4.000 personel. Sisanya bergantung pada polda masing-masing.Di tempat yang sama, Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso mengaku puas dengan latihan gabungan yang berlangsung sejak 19 Desember lalu. "Kalau kita bersatu (TNI-Polri), tidak akan ada tugas yang tidak selesai," katanya. Turut hadir dalam upacara militer itu Menko Polhukam Widodo A.S., Menhan Juwono Sudarsono, dan Mendagri Mardiyanto.Bertindak sebagai komandan upacara Kolonel Nugroho Budi Wiryanto yang sehari-hari menjadi komandan satuan elite 81-Gultor Kopassus TNI Angkatan Darat. Menurut panglima TNI, temuan-temuan dari pelaksanaan operasi gabungan akan disusun dalam suatu aturan. Dengan demikian, operasi bersama dapat dilakukan dalam kondisi nyata. "Ada tiga kriteria," ujar jenderal asal Solo itu. Kriteria pertama, kata Djoko, sasaran bisa diselesaikan sendiri oleh polisi. Kedua, satu sasaran diselesaikan kepolisian dengan bantuan tentara. Kriteria ketiga, peran tentara lebih dominan. Itu jika ancaman teror ada pada lokasi yang membutuhkan kemampuan TNI. "Seperti di Selat Malaka, perlu pengintaian udara. Maka di situ TNI lebih dominan," katanya. Selama ini belum ada payung hukum yang mengatur secara khusus peran tentara dalam penanggulangan teror. Garda terdepan kontra teror berada di pundak kepolisian. Tentara hanya melakukan tugas perbantuan. Dalam UU 34/2004 tentang TNI, operasi antiterorisme digolongkan pada tugas operasi selain perang. Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono mengatakan, yang jauh lebih penting adalah tindakan di lapangan. "Tidak perlu menunggu payung hukum. Jadi, bergantung situasi dan komandan yang menangani," katanya. (cw08/cw09/jpnn/rdl/iro/nw)
JAKARTA - Ada kado spesial buat masyarakat Indonesia pada tahun baru nanti. Setelah menurunkan harga bensin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberi sinyal bakal mengoreksi harga solar per 1 Januari 2009. Menurut SBY, para menteri terkait sudah diminta melakukan pengkajian mendalam terkait dengan penurunan harga solar tersebut.''Kami baru saja menurunkan harga premium. Kini kami melakukan exercise apakah bulan berikutnya harga solar bisa kami turunkan,'' kata SBY saat konferensi pers di Istana Merdeka kemarin (1/12).Dalam konferensi pers itu, dia didampingi pelaksana tugas menko perekonomian sekaligus Menkeu Sri Mulyani Indrawati, Menko Polhukam Widodo A.S., dan Menko Kesra Aburizal Bakrie. Hadir pula Menlu Hassan Wirajuda, Mentan Anton Apriantono, Seskab Sudi Silalahi, Mensesneg Hatta Radjasa, serta Panglima TNI Djoko Santoso.SBY menyatakan, pemerintah masih membandingkan pengaruh penurunan harga solar terhadap APBN 2009. Setiap upaya untuk meringankan beban rakyat, kata dia, akan dilakukan dengan catatan klop dengan penyelamatan perekonomian secara menyeluruh dan utuh.''Tentu saja, peluang ini harus digunakan sebaik-baiknya agar tujuannya bisa dicapai dan tidak ada penyimpangan lain dalam upaya kami meringankan ekonomi rakyat yang berkaitan dengan harga BBM ini,'' jelasnya.Harga solar saat ini sama dengan bensin, yakni Rp 5.500. Harga bensin lebih dulu turun Rp 500. Pengumuman penurunan harga premium dilakukan Sri Mulyani di kantor presiden pada 6 November lalu. Penurunan harga BBM itu didasari adanya pelemahan harga minyak mentah dunia.Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro menambahkan, evaluasi untuk harga solar dilakukan bersamaan dengan evaluasi harga premium. Dengan begitu, kalaupun ada perubahan harga solar, paling cepat berlaku mulai 1 Januari 2009.Dalam menentukan harga solar nanti, pemerintah berpegang pada ICP (Indonesia Crude Price). Harga ICP sekarang USD 49-USD 60 per barel. ''Kami akan amati terus,'' kata Purnomo. Dia menuturkan, ada dua komponen lagi yang menentukan harga solar. Yakni, harga minyak dunia dan kurs rupiah terhadap dolar AS. Purnomo masih enggan menyebutkan harga solar yang akan diberlakukan bulan depan. ''Saya tidak mau mendahului,'' ujarnya. Namun, dia sempat menyebut dua kemungkinan. Yakni, turun Rp 500 atau Rp 300, sehingga harga solar bulan depan mungkin menjadi Rp 5 ribu atau Rp 5.200.Selain BBM, pemerintah menaruh perhatian besar pada masalah pupuk. Menurut SBY, kelangkaan pupuk lebih disebabkan pesatnya perkembangan pertanian. Produksi beras akhir-akhir ini meningkat tajam. Imbasnya, tentu saja kebutuhan pupuk juga meningkat. ''Kami terus berupaya mengatasi persoalan pupuk ini. Meningkatkan produksi, menggunakan cadangan yang ada, dengan harapan distribusinya tepat, sampai sasaran, dan bertanggung jawab,'' tegas SBY.November Deflasi Untuk kali pertama dalam dua tahun terakhir, deflasi (penurunan harga-harga) bahan makanan hingga 0,67 persen terjadi pada periode November lalu. Selama ini, bahan makanan selalu menjadi pemantik inflasi. Inflasi November lalu sudah mulai jinak, yakni 0,12 persen. Dengan begitu, inflasi kumulatif mencapai 11,10 persen (Januari-November) dan tahunan (year on year) 11,68 persen.''Sejak 2007, tidak pernah ada deflasi bahan makanan. Jadi, saya pastikan dalam dua tahun terakhir, ini yang pertama,'' kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan di kantornya kemarin (1/12). Selain bahan makanan, kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami deflasi 0,31 persen. Deflasi kelompok itu terjadi pada November meski harga premium baru diturunkan Desember.Pemerintah memperkirakan inflasi pada akhir tahun mencapai 12,3-12,5 persen. Rusman menjelaskan, inflasi mulai terkendali karena tekanan permintaan sudah jauh berkurang. Ini menyebabkan tekanan harga sudah tidak terasa pada November. Menurunnya tekanan permintaan ditunjukkan dengan berkurangnya permintaan atas kebutuhan sandang dan perumahan. ''Demand sandang dan perumahan menurun drastis. Bahan pokok makanan dan minuman juga sudah normal kembali seperti sediakala,'' kata Rusman. Meski terjadi kekurangan permintaan, dia berpendapat bahwa daya beli masyarakat masih terjaga.Selama November, produksi bahan pokok juga memadai. Selain itu, harga-harga komoditas di pasar dunia terus menurun. Imported inflation akibat depresiasi kurs rupiah belum terasa pada November.Untuk inflasi Desember, Rusman memperkirakan tekanan permintaan terjadi menjelang Natal dan Tahun Baru 2009. Namun, dia memperkirakan tekanannya tidak sebesar Ramadan dan Lebaran. Menurut Rusman, penurunan harga premium akan menyumbang deflasi 0,35 persen. "Penurunan premium secara instan terhadap inflasi adalah 8,3 persen. Bobot premium 4,3 persen. Jadi, bisa memperlambat inflasi 0,35 persen," bebernya. Kelompok barang dan jasa yang mengalami inflasi pada November adalah makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 1,13 persen; serta perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,23 persen. Lalu, kelompok sandang 0,72 persen, kesehatan 0,37 persen, serta pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,26 persen.(tom/sof/oki)








