BannerFans.com

Setahun, Ada 800 Pasien Baru KANKER leher rahim (serviks) masih jadi momok bagi wanita. Sebab, penyakit akibat infeksi human papilloma virus (HPV) itu menjadi "mesin pembunuh" utama di kalangan kaum Hawa. ------------Yang mengkhawatirkan, angka kejadiannya menunjukkan tren meningkat. Berdasar data RSU dr Soetomo, tiap hari tak kurang dari delapan pasien baru kanker leher rahim berobat. Dalam setahun, diperkirakan terdapat 700-800 pasien baru. Kebanyakan pasien yang berobat berusia 40-50 tahun. "Namun, ada pula penderita kanker serviks yang usianya 20-30 tahun," kata dr Brahmana Askandar SpOG(K), spesialis kebidanan dan kandungan RSU dr Soetomo. Dia menceritakan pernah menangani pasien berusia 21 tahun. Pasien tersebut sudah didiagnosis menderita kanker serviks. "Pasien itu menikah pada usia dini, yakni 14 tahun," jelasnya. Pada usia dini, papar konsultan onkologi ginekologi itu, kondisi serviks masih belum mature (matang). Bila sudah menikah, dikhawatirkan serviks mengalami infeksi. Salah satu sumber infeksi tersebut adalah HPV. "Itulah yang dialami pasien tersebut," tambahnya. Lebih lanjut, Brahmana mengatakan ada beberapa penyebab tingginya angka penderita kanker serviks. Pertama, masih sedikit wanita yang mau menjalani pemeriksaan Pap smear. Itu disebabkan ketidaktahuan fungsi dan manfaat pemeriksaan tersebut. Padahal, pemeriksaan itu bisa mendeteksi dini perubahan sel-sel serviks normal menjadi tahap lesi prakanker. "Hanya lima persen yang melakukan Pap smear dari total wanita yang seharusnya wajib memeriksakan diri," ujarnya. Kalaupun tahu mengenai Pap smear, banyak wanita yang tetap enggan memeriksakan diri. "Pemeriksaan Pap smear kan seperti posisi orang melahirkan. Jadi, masih ada perasaan malu atau malas," jelasnya.Alasan-alasan itulah yang membuat penyakit tersebut tak terdeteksi. "Ketika pasien berobat, tahu-tahu sudah stadium lanjut," ucap dokter yang mengambil konsultan onkologi ginekologi di FK UI tersebut. Brahmana menambahkan, untuk bisa berubah menjadi lesi prakanker (tahap sebelum terkena kanker), sel-sel normal butuh waktu 8-15 tahun. Jika dalam waktu tersebut perubahan sel normal (sebelum menjadi lesi prakanker) terdeteksi, pasien bisa segera diterapi. Tingkat kesembuhan kanker serviks bergantung stadium. "Pada stadium lesi prakanker, tingkat kesembuhan mencapai seratus persen. Yakni, menggunakan teknik cauter dan LEEP (loop electrosurgical excision procedure/kerokan pada serviks, Red)," tambah alumnus FK Unair tersebut. Sebaliknya, bila sudah masuk stadium lanjut, kanker serviks sangat sulit disembuhkan.Penyebab kanker serviks selanjutnya adalah perilaku seks yang tak sehat. Misalnya, ganti-ganti pasangan (free sex). Alasan itulah yang mengakibatkan mulai banyak usia muda (20-30 tahun) yang sudah menderita kanker serviks. Tentu saja hal tersebut akan merugikan masa depan pasien kanker itu. Ada kemungkinan pasien tersebut malah sulit memiliki buah hati. "Itulah yang harus diantisipasi. Salah satunya dilakukan dengan pendidikan seks," papar Brahmana. Dokter Poedjo Hartono SpOG(K), ahli kebidanan dan kandungan RSU dr Soetomo, menambahkan, tak banyak wanita yang tahu dan mengenali gejala-gejala kanker serviks. Faktor itulah yang membuat pasien datang dalam kondisi terlambat alias sudah stadium lanjut. "Karena tak paham, akhirnya tak memeriksakan diri ke dokter," ucapnya. Salah satu di antara gejala kanker serviks adalah perdarahan. Terutama, bercak darah setelah berhubungan seksual. Intensitas darah yang keluar semakin banyak seiring dengan bertambahnya stadium kanker. Poedjo mengatakan, sering wanita menganggap remeh perdarahan tersebut. Dianggap hal biasa. Bahkan, ada pula yang beranggapan bahwa bercak darah itu disebabkan gangguan menstruasi saja. "Bila saat itu sudah curiga dan memeriksakan diri ke dokter, pasien bisa langsung berobat ke dokter. Makin dini diketahui, kemungkinan sembuh tambah besar," ulasnya. Gejala lainnya adalah rasa nyeri di daerah pinggul. Itu merupakan salah satu gejala bahwa kanker tersebut telah mencapai stadium lanjut. Keputihan menahun juga salah satu gejala kanker serviks. "Bila mengalami gejala-gejala itu, segera berobat ke dokter," papar Poedjo. (ai/kum)

Hasil Survei tentang Kinerja Para Menteri JAKARTA - Hasil survei berbagai lembaga riset menunjukkan kinerja pemerintahan di berbagai bidang dinilai kurang memuaskan. Namun, popularitas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Partai Demokrat tetap melambung. Reform Institute melakukan riset kinerja pembantu presiden yang dinilai memengaruhi persepsi publik tentang kinerja pemerintah. Dari hasil survei terhadap 2.500 responden di seluruh Indonesia pada kurun 13-25 November 2008 didapatkan nama-nama menteri yang menurut persepsi publik mempunyai kinerja memuaskan. Ada 36 nama menteri Kabinet Indonesia Baru (KIB) yang disurvei kinerjanya.Hasilnya, kinerja Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari dinilai paling memuaskan. Dia dipilih oleh 10,12 persen responden. Posisi kedua ada Menko Polhukam Widodo A.S. dengan 9,52 persen. Disusul Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault yang mendapatkan simpati dari 8,04 persen responden. Di bawahnya ada Menko Kesra Aburizal Bakrie dengan 7,92 persen. Sementara posisi kelima ditempati Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dengan 6,32 persen.Selain mendapatkan nama menteri yang kinerjanya memuaskan, diperoleh nama menteri yang kinerjanya paling buruk. Di posisi terbawah terdapat Kepala Bappenas Paskah Suzetta yang kinerjanya hanya diapresiasi 0,04 persen responden. Sedikit lebih baik dari dia adalah Menteri Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman 0,12 persen, Menteri Lingkungan Hidup Rahmat Witoelar dan Menteri Perumahan Rakyat Yusuf Ashari dengan 0,16 serta 0,20 persen. Lalu, Menteri BUMN Sofjan Djalil dengan 0,24 persen.Kemudian muncul pertanyaan terkait indikasi dari prestasi kinerja menteri yang berada di papan atas. Ada nama Adhyaksa Dault yang tak berhasil menyelesaikan masalah PSSI dalam melawan hegemoni Nurdin Halid. Ada juga nama Aburizal Bakrie yang tak henti-hentinya diterpa berita tentang derita korban lumpur Lapindo.Menanggapi argumen tersebut, Direktur Reform Institute Yudhi Latief mengatakan, persepsi publik mudah terbentuk oleh media massa. Menteri-menteri yang dinilai berprestasi adalah mereka yang rajin tampil di media. ''Akhir-akhir ini muncul banyak program kementerian yang ditayangkan di televisi,'' ujar Yudhi saat peluncuran hasil survei Reform Institute di Hotel Gran Melia Kuningan, Jakarta Selatan, kemarin (22/12).Siti Fadilah Supari mempunyai program mingguan di sebuah televisi swasta. Namanya Bincang-Bincang Bareng Bu Menkes (B4M). Sementara Adhyaksa Dault juga tampil secara berkala dalam acara Ngaji Bersama Menpora yang ditayangkan TVRI. Program-program sosialisasi dan iklan melalui media massa dinilai sangat efektif memengaruhi persepsi publik.Di sisi lain, persepsi terhadap kinerja pemerintah sangat tidak apresiatif. Misalnya dalam bidang ketertiban dan keamanan, hanya 22,56 persen responden yang menilai berhasil. Sisanya, 75,4 persen, menilai pemerintah gagal. Pada bidang kesejahteraan sosial, suara yang menilai pemerintah berhasil hanya 40,36 persen. Bidang ekonomi, 67,04 persen menilai pemerintahan SBY gagal. Sementara bidang politik hanya 51,68 persen yang menyatakan kinerja pemerintah berhasil.Namun, indikasi kegagalan kinerja pemerintah tersebut tidak otomatis menurunkan citra SBY dan Partai Demokrat. Hasil survei tersebut menempatkan posisi Partai Demokrat sebagai partai yang mempunyai tingkat elektibilitas tertinggi dengan 26,36 persen. Ditambah lagi, SBY juga masih menjadi capres terfavorit dengan dukungan tertinggi 42,18 persen. ''Ini memang black box (misteri, Red) dunia politik kita. Pemerintahnya dinilai gagal, tapi presiden dan partainya tetap terfavorit,'' tambahnya.Peneliti Reform Institute Kholied Novianto lalu memaparkan argumennya tentang ketidakkonsistenan sikap pemilih tersebut. Menurut dia, hasil survei itu menunjukkan kegagalan lawan-lawan politik SBY untuk memanfaatkan kelemahan pemerintahan. ''Kegagalan itu tidak mampu dikapitalisasi melalui isu-isu politik untuk menurunkan citra pemerintahan SBY,'' paparnya.Selain itu, Yudhi berpendapat bahwa SBY adalah tokoh yang mampu menjaga citra. Terkait beberapa isu sensitif, seperti pengumuman kenaikan harga BBM, tidak dilakukannya sendiri. Dia melakukannya bersama Menteri Keuangan. Namun, pengumuman penurunan harga BBM langsung dilakukan di Istana Negara dan oleh SBY. Tentang kelangkaan elpiji juga diberikan wewenang mengatasinya kepada Wapres. Sejumlah kementerian juga semakin intens me-launching program-program kesejahteraan masyarakat, seperti bantuan langsung tunai (BLT) dan PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat) Mandiri, yang mampu dikapitalisasi dengan baik oleh Partai Demokrat sebagai keberhasilan pemerintah. ''Program-program tersebut, operator di lapangannya orang-orang Partai Demokrat,'' tambahnya. (cak/nw)
Selasa, 09 Desember 2008
Januari Harga Bensin dan Solar Turun

Harga Baru Tunggu OPEC

JAKARTA - Janji menurunkan harga BBM dilontarkan lagi oleh pemerintah. Bahkan, pada Idul Adha kemarin (8/12), pemerintah melalui Wakil Presiden Jusuf Kalla kembali berkomitmen bahwa harga bahan bakar yang paling banyak digunakan rakyat Indonesia, bensin dan solar, turun pada Januari nanti.

Namun, besaran penurunannya belum bisa disampaikan karena masih menunggu perkembangan harga minyak internasional setelah keputusan sidang negara-negara pengekspor minyak (OPEC) pada pertengahan bulan ini. "Harga BBM turun awal Januari-lah. Kita masih tunggu apa yang akan dibuat OPEC dengan harga minyak mentah yang terus turun ini," ujar Jusuf Kalla setelah menyerahkan hewan kurban di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, kemarin.

Setelah mengetahui keputusan OPEC, Wapres menjanjikan pemerintah menghitung formula harga BBM bersubsidi yang baru berdasarkan tiga faktor, yaitu harga rata-rata, pasokan, dan nilai tukar rupiah. "Salah satu patokannya, harga rata-rata (minyak mentah internasional) sudah turun. Kita tunggu harga terakhir (setelah pengumuman hasil sidang OPEC)," paparnya.

Keputusan sidang OPEC memang sangat menentukan harga minyak mentah dunia. Kepada jaringan berita Associated Press, Presiden OPEC Chakib Khelil menyatakan, kemungkinan organisasi tersebut menurunkan secara besar-besaran kuota produksinya dalam pertemuan 17 Desember mendatang di Algeria. Chakib Khelil tak menyebutkan secara rinci seberapa besar pemangkasan kuota produksi itu. Namun, beberapa analis memperkirakan pemotongan produksi itu dapat mencapai 2 juta barel per hari.

Kemarin kontrak pengiriman minyak mentah jenis light sweet naik USD 2,45 menjadi USD 43,26 per barel dalam transaksi New York Mercantile Exchange sesi sore di Singapura. Kontrak tersebut sempat anjlok hingga USD 40,50 per barel atau level yang terakhir terjadi pada Desember 2004.

Wapres mengakui, selain mempertimbangkan faktor-faktor teknis penentuan harga BBM bersubsidi, pemerintah memperhitungkan kondisi di masa depan. Salah satunya rencana mengambangkan harga premium pada mekanisme pasar, seperti yang dilakukan sebelumnya pada produk pertamax dan pertamax plus.

"Memang rencananya (premium) tidak akan lagi disubsidi. Harga sekarang ini (Rp 5.500 per liter) kan juga sudah tidak disubsidi. Sejak dulu konsepnya memang (subsidi premium) akan dihapus," katanya.

Bila rencana tersebut jadi diberlakukan, harga premium akan naik-turun sesuai harga keekonomiannya, yakni harga pokok produksi berdasarkan harga patokan minyak mentah di Singapura atau Mid Oil Platts Singapore (MOPS) plus alpha sembilan persen, ditambah pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) maksimal lima persen, dan pajak pertambahan nilai (PPN) sepuluh persen. "Jadi, (harga premium) kita serahkan pada harga keekonomiannya. Kita hanya menyubsidi yang betul-betul digunakan untuk komersial, seperti truk dan pabrik-pabrik. Kalau premium kan sebagian besar untuk kendaraan pribadi," tegasnya.

Sebaliknya, pemerintah akan menambah alokasi subsidi BBM untuk bahan bakar yang sangat dibutuhkan untuk menggerakkan sektor riil, yakni solar. "Karena harga internasional sudah turun, (harga solar) pasti kita turunkan," tegasnya.

Pemerintah pada awal Desember lalu sudah menurunkan harga BBM bersubsidi jenis premium Rp 500 dari Rp 6.000 menjadi Rp 5.500 per liter. Penurunan harga itu dilakukan menyusul anjloknya harga minyak mentah dunia dari USD 147 per barel pada Juni 2008 menjadi USD 46 per barel awal Desember.

Ceiling Price

Di tempat terpisah, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, pemerintah tengah menghitung formulasi penurunan harga BBM jenis premium dan solar. "Hitung-hitungan tersebut akan mempertimbangkan agar naik turunnya harga BBM dalam negeri tidak mendadak," ujar Sri Mulyani setelah salat Idul Adha di Kantor Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak, Jakarta, kemarin.

"Kami sedang menghitung lagi formulasinya, terutama untuk 2009. Kan Bapak Presiden nanti yang memutuskan sesuai pernyataan kemarin," lanjut Menkeu.

Akhir pekan lalu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan akan menurunkan harga premium dan solar menyusul adanya penurunan harga minyak dunia.

Menkeu mengatakan, untuk sementara pemerintah akan menggunakan formula ceiling price (penetapan batas atas harga) atau semacam formula agar naik turun harga BBM nanti tidak mendadak dan untuk kesiapan SPBU. Pasalnya, harga minyak dunia masih fluktuatif dan harganya naik turun. "Naik turunnya itu kan harian, kadang-kadang USD 54 per barel kadang turun lagi ke USD 49 per barel, dan seterusnya," ujar Menkeu.

Penetapan formula itu untuk melindungi masyarakat. Dengan demikian, ketika harga turun, masyarakat bisa menikmati. Namun, jika harga minyak dunia kembali naik, diupayakan kenaikannya tidak terlalu drastis.

Menurut Menkeu, penetapan formula itu tidak akan memengaruhi bujet negara karena saat ini sudah memasuki akhir tahun. "2008 tinggal tiga minggu. Sebentar lagi kan sudah mau selesai. Jadi, sudah tidak ada pengaruhnya ke bujet kita," tutur Ani, sapaan Menkeu.

Anggota Komisi VII DPR Tjatur Sapto Edy memaparkan, berapa harga keekonomian BBM bulan depan bisa diketahui dengan menghitung rata-rata harga minyak mentah dan kurs rupiah sepanjang Desember ini.

Dengan asumsi harga patokan minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) di kisaran USD 40-45 per barel dan kurs rupiah di kisaran Rp 12.500 per USD, harga keekonomian bensin bisa mencapai Rp 4.500 per liter dan solar Rp 5.500 per liter. Harga tersebut, kata dia, sudah memperhitungkan besaran MOPS + alpha 9 persen untuk biaya distribusi dan margin Pertamina, ditambah PPN dan PBBKB.

Karena itu, kata Tjatur, kalau pemerintah tidak ingin dikatakan melanggar UU APBN yang mengatur harga BBM bersubsidi, harga bensin dan solar Januari nanti tidak boleh lebih tinggi dari harga keekonomian tersebut. ''Kalau lebih tinggi, berarti rakyat yang menyubsidi negara. Jika ini terjadi, pemerintah bisa dikatakan melanggar UU APBN,'' kata anggota DPR dari PAN itu.

Sementara itu, terkait rencana pemerintah memberlakukan sistem harga BBM bersubsidi mengambang (floating) berdasarkan fluktuasi harga minyak mentah, Tjatur mengatakan masih bisa menerima. ''Namun, harus tetap ada batas atas. Jika tidak, itu sama saja dengan menyerahkan hajat hidup orang banyak pada harga minyak dunia yang sering disetir para spekulan,'' ujarnya. (noe/AP/owi/kim)
Senin, 22 Desember 2008 23:05 WIB

Penulis : Yennizar
ANTARA/Daenk Haryono
MEDAN--MI: Dua penumpang luka saat kereta api penumpang Putri Deli tujuan Tanjung Balai-Medan, Senin (22/12) anjlok di lintasan di kawasan pasar ikan lama, sekitar 100 meter dari Stasiun Kereta Api Medan. Kedua korban langsung dievakuasi oleh petugas kereta api ke rumah sakit Pirngadi Medan untuk menjalani perawatan. Salah seorang penumpang, Tris mengatakan tidak mengetahui secara pasti penyebab kecelakaan namun sebelum terdengar suara keras dan suara rem mendadak. "Peristiwa berlangsung cepat," katanya. Untuk menyelidiki penyebab kejadian ini, pihak Divisi Regional PT Kereta Api Sumut langsung menurunkan timnya. Kepala Stasiun Besar Kereta Api Medan Irwan Sipayung mengungkapkan ecelakaan ini murni akibat kesalahan teknis. (YN/OL-06

Khasiat Ou Tea:


Negara-negara pengimport Ou Tea dari Taiwan seperti Indonesia, China, Malaysia, Singapore, Jepang, Inggris, Australia dan Amerika, mengakui bahwa secara rutin minum Ou Tea setiap hari akan meningkatkan kesehatan tubuh bahkan dipercaya sebagai alternatif untuk membantu mengatasi keluhan kesehatan :
1. Menurunkan aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah)
2. Membantu meningkatkan kesehatan tubuh dan stamina
3. Membantu meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh
4. Membantu meningkatkan metabolisme dan kekebalan tubuh
5. Membantu melancarkan pencernaan dan air seni
6. Melegakan dahaga
7. Membantu menetralisir lemak dalam makanan
8. Membantu menormalkan kadar gula darah dan kadar kolesterol
9. Membantu menghentikan pendarahan dan pencegah infeksi
10.Membantu melindungi tubuh anda dari bakteri dan virus
11.Membantu menghambat penggumpalan sel-sel platelet darah
12.Membantu menormalkan hyperfunction serta kelenjar gondok
13.Membantu mengurangi kemungkinan terjadinya karies gigi dan penyakit gusi.
14.Membantu melawan osteoporosis dan pengapuran pada urat nadi
Para perokok yang biasa minum Ou Tea, akan terjadi perbaikan morfologik sel epitel mukosa, menghambat infeksi tenggorokan.
Kebiasaan minum Ou Tea, sedikitnya 2 cangkir setiap hari dapat membantu menurunkan angka serangan diare. Bagi wanita yang sedang haid, akan terhindar dari rasa sakit, bahkan bisa lebih teratur. Jika anda ingin membeli produk ini silahkan hubungi agen terdekat.

Contact Person (call/SMS): Ashar Sugiyarto ( 0817 941 9132)













MANADO - Seperti Lebaran di Jawa, kebiasaan mudik juga terjadi di Manado menjelang Natal. Pelabuhan laut dan bandara di ibu Sulawesi Utara itu dijejali penumpang. Baik yang datang dari luar pulau maupun yang akan meninggalkan Manado.Manado Post (Jawa Pos Group) melaporkan, bukan hanya penumpang yang memadati pelabuhan, tapi kendaraan roda empat dan dua pun memenuhi areal parkir. Mereka adalah para pengantar dan penjemput penumpang. Bahkan, banyaknya kendaraan yang masuk dan keluar areal pelabuhan mengakibatkan kemacetan di pintu gerbang. Kondisi hampir sama terjadi di Bandara Sam Ratulangi meski kepadatan itu belum mencapai puncaknya. "Arus mudik Natal masih biasa-biasa, tapi lebih banyak dari mudik Lebaran lalu," jelas Jan Situmorang, operasional manager PT Angkasa Pura I Manado. Dia memprediksi, lonjakan arus mudik baru terjadi pada akhir tahun nanti. Saat itu umat Kristiani akan merayakan Natal sekaligus liburan tahun baru. "Sekitar 30 atau 31 Desember nanti," ujar Jan. Peningkatan arus Mudik sudah terasa seminggu lalu. Warga Manado dan daerah lain di Sulut yang merantau ke luar pulau, banyak yang pulang kampung untuk merayakan Natal bersama keluarga. Sebagian besar merantau ke kota-kota di Jawa, terutama Jakarta dan Surabaya. Karena itu, kapal laut dan pesawat yang datang dari dua kota tersebut selalu penuh penumpang. Peningkatan kesibukan juga terjadi di terminal bus antarkota. Di Terminal Karombasan dan Malalayang, mulai terasa adanya lonjakan penumpang meski belum signifikan. Ini bisa dimaklumi. Sebab, mereka yang menggunakan angkutan darat hanya yang akan mudik atau datang dari kota-kota yang tak terlalu jauh dari Manado. Misalnya, Tomohon dan Gorontalo. Natal Bebas Teror Masyarakat yang akan merayakan Natal tak perlu khawatir dengan aksi terorisme. Damai malam kudus itu tak bakal terusik oleh mereka yang tidak bertanggung jawab. Kepala Kepolisian RI (Kapolri) Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri memastikan anak buahnya siaga penuh. "Aman, insya Allah aman. Semua sudah siap," ujar Kapolri saat dicegat wartawan setelah menghadiri upacara penutupan Latihan Gabungan Antiteror TNI-Polri di Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, kemarin (22/12). Menurut Bambang, apel siaga pengamanan Natal di seluruh kepolisian daerah di Indonesia dihelat mulai hari ini ( 23/12). "Berjalan serentak, jumlahnya ribuan (personel)," kata mantan Kabareskrim itu. Total pasukan yang telibat dalam pengamanan Natal dan tahun baru adalah 47.685 personel. Pagi ini Mabes Polri dan Polda Metro Jaya akan menggelar upacara apel siaga di Lapangan Silang Monas, Jakarta. Sedangkan kegiatan pengamanan yang diberi sandi Operasi Lilin itu dimulai Rabu 24 Desember 2008 hingga Jumat 2 Januari 2009.Polisi akan berkonsentrasi pada gereja, pusat perbelanjaan, jalur-jalur utama kota, kedutaan, dan objek vital lain. Dari total 47.685 polisi, Mabes Polri akan menurunkan 350 personel, Kepolisian Daerah Sumatera Utara 2.500 personel, Kepolisian Daerah Metro Jaya 4.300 personel, sedangkan Kepolisian Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur masing-masing 4.000 personel. Sisanya bergantung pada polda masing-masing.Di tempat yang sama, Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso mengaku puas dengan latihan gabungan yang berlangsung sejak 19 Desember lalu. "Kalau kita bersatu (TNI-Polri), tidak akan ada tugas yang tidak selesai," katanya. Turut hadir dalam upacara militer itu Menko Polhukam Widodo A.S., Menhan Juwono Sudarsono, dan Mendagri Mardiyanto.Bertindak sebagai komandan upacara Kolonel Nugroho Budi Wiryanto yang sehari-hari menjadi komandan satuan elite 81-Gultor Kopassus TNI Angkatan Darat. Menurut panglima TNI, temuan-temuan dari pelaksanaan operasi gabungan akan disusun dalam suatu aturan. Dengan demikian, operasi bersama dapat dilakukan dalam kondisi nyata. "Ada tiga kriteria," ujar jenderal asal Solo itu. Kriteria pertama, kata Djoko, sasaran bisa diselesaikan sendiri oleh polisi. Kedua, satu sasaran diselesaikan kepolisian dengan bantuan tentara. Kriteria ketiga, peran tentara lebih dominan. Itu jika ancaman teror ada pada lokasi yang membutuhkan kemampuan TNI. "Seperti di Selat Malaka, perlu pengintaian udara. Maka di situ TNI lebih dominan," katanya. Selama ini belum ada payung hukum yang mengatur secara khusus peran tentara dalam penanggulangan teror. Garda terdepan kontra teror berada di pundak kepolisian. Tentara hanya melakukan tugas perbantuan. Dalam UU 34/2004 tentang TNI, operasi antiterorisme digolongkan pada tugas operasi selain perang. Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono mengatakan, yang jauh lebih penting adalah tindakan di lapangan. "Tidak perlu menunggu payung hukum. Jadi, bergantung situasi dan komandan yang menangani," katanya. (cw08/cw09/jpnn/rdl/iro/nw)





JAKARTA - Ada kado spesial buat masyarakat Indonesia pada tahun baru nanti. Setelah menurunkan harga bensin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberi sinyal bakal mengoreksi harga solar per 1 Januari 2009. Menurut SBY, para menteri terkait sudah diminta melakukan pengkajian mendalam terkait dengan penurunan harga solar tersebut.''Kami baru saja menurunkan harga premium. Kini kami melakukan exercise apakah bulan berikutnya harga solar bisa kami turunkan,'' kata SBY saat konferensi pers di Istana Merdeka kemarin (1/12).Dalam konferensi pers itu, dia didampingi pelaksana tugas menko perekonomian sekaligus Menkeu Sri Mulyani Indrawati, Menko Polhukam Widodo A.S., dan Menko Kesra Aburizal Bakrie. Hadir pula Menlu Hassan Wirajuda, Mentan Anton Apriantono, Seskab Sudi Silalahi, Mensesneg Hatta Radjasa, serta Panglima TNI Djoko Santoso.SBY menyatakan, pemerintah masih membandingkan pengaruh penurunan harga solar terhadap APBN 2009. Setiap upaya untuk meringankan beban rakyat, kata dia, akan dilakukan dengan catatan klop dengan penyelamatan perekonomian secara menyeluruh dan utuh.''Tentu saja, peluang ini harus digunakan sebaik-baiknya agar tujuannya bisa dicapai dan tidak ada penyimpangan lain dalam upaya kami meringankan ekonomi rakyat yang berkaitan dengan harga BBM ini,'' jelasnya.Harga solar saat ini sama dengan bensin, yakni Rp 5.500. Harga bensin lebih dulu turun Rp 500. Pengumuman penurunan harga premium dilakukan Sri Mulyani di kantor presiden pada 6 November lalu. Penurunan harga BBM itu didasari adanya pelemahan harga minyak mentah dunia.Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro menambahkan, evaluasi untuk harga solar dilakukan bersamaan dengan evaluasi harga premium. Dengan begitu, kalaupun ada perubahan harga solar, paling cepat berlaku mulai 1 Januari 2009.Dalam menentukan harga solar nanti, pemerintah berpegang pada ICP (Indonesia Crude Price). Harga ICP sekarang USD 49-USD 60 per barel. ''Kami akan amati terus,'' kata Purnomo. Dia menuturkan, ada dua komponen lagi yang menentukan harga solar. Yakni, harga minyak dunia dan kurs rupiah terhadap dolar AS. Purnomo masih enggan menyebutkan harga solar yang akan diberlakukan bulan depan. ''Saya tidak mau mendahului,'' ujarnya. Namun, dia sempat menyebut dua kemungkinan. Yakni, turun Rp 500 atau Rp 300, sehingga harga solar bulan depan mungkin menjadi Rp 5 ribu atau Rp 5.200.Selain BBM, pemerintah menaruh perhatian besar pada masalah pupuk. Menurut SBY, kelangkaan pupuk lebih disebabkan pesatnya perkembangan pertanian. Produksi beras akhir-akhir ini meningkat tajam. Imbasnya, tentu saja kebutuhan pupuk juga meningkat. ''Kami terus berupaya mengatasi persoalan pupuk ini. Meningkatkan produksi, menggunakan cadangan yang ada, dengan harapan distribusinya tepat, sampai sasaran, dan bertanggung jawab,'' tegas SBY.November Deflasi Untuk kali pertama dalam dua tahun terakhir, deflasi (penurunan harga-harga) bahan makanan hingga 0,67 persen terjadi pada periode November lalu. Selama ini, bahan makanan selalu menjadi pemantik inflasi. Inflasi November lalu sudah mulai jinak, yakni 0,12 persen. Dengan begitu, inflasi kumulatif mencapai 11,10 persen (Januari-November) dan tahunan (year on year) 11,68 persen.''Sejak 2007, tidak pernah ada deflasi bahan makanan. Jadi, saya pastikan dalam dua tahun terakhir, ini yang pertama,'' kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan di kantornya kemarin (1/12). Selain bahan makanan, kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami deflasi 0,31 persen. Deflasi kelompok itu terjadi pada November meski harga premium baru diturunkan Desember.Pemerintah memperkirakan inflasi pada akhir tahun mencapai 12,3-12,5 persen. Rusman menjelaskan, inflasi mulai terkendali karena tekanan permintaan sudah jauh berkurang. Ini menyebabkan tekanan harga sudah tidak terasa pada November. Menurunnya tekanan permintaan ditunjukkan dengan berkurangnya permintaan atas kebutuhan sandang dan perumahan. ''Demand sandang dan perumahan menurun drastis. Bahan pokok makanan dan minuman juga sudah normal kembali seperti sediakala,'' kata Rusman. Meski terjadi kekurangan permintaan, dia berpendapat bahwa daya beli masyarakat masih terjaga.Selama November, produksi bahan pokok juga memadai. Selain itu, harga-harga komoditas di pasar dunia terus menurun. Imported inflation akibat depresiasi kurs rupiah belum terasa pada November.Untuk inflasi Desember, Rusman memperkirakan tekanan permintaan terjadi menjelang Natal dan Tahun Baru 2009. Namun, dia memperkirakan tekanannya tidak sebesar Ramadan dan Lebaran. Menurut Rusman, penurunan harga premium akan menyumbang deflasi 0,35 persen. "Penurunan premium secara instan terhadap inflasi adalah 8,3 persen. Bobot premium 4,3 persen. Jadi, bisa memperlambat inflasi 0,35 persen," bebernya. Kelompok barang dan jasa yang mengalami inflasi pada November adalah makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 1,13 persen; serta perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,23 persen. Lalu, kelompok sandang 0,72 persen, kesehatan 0,37 persen, serta pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,26 persen.(tom/sof/oki)
Senin, 01 Desember 2008
Sehari setelah Mumbai Attack, Dua Pejabat India Mundur

MUMBAI - Leluasanya sepuluh teroris mengobrak-abrik Kota Mumbai membuat malu pejabat-pejabat tinggi di India. Sehari setelah teror di sepuluh tempat di kota bisnis terbesar itu berakhir, para petinggi di bidang keamanan mulai ramai-ramai mengajukan surat pengunduran diri.Kemarin (30/11) Menteri Dalam Negeri India Shivraj Patil mengajukan surat pengunduran diri ke kepada Perdana Menteri Manmohan Singh. Dalam suratnya, pejabat tertinggi keamanan dalam negeri itu menyatakan, pengunduran dirinya sebagai bentuk pertangungjawaban moral atas serangan yang telah menewaskan 195 orang, termasuk kepala pasukan antiteror India. Langkah yang sama dilakukan penasihat keamanan nasional M.K. Narayanan.PM Singh langsung mengadakan rapat mendadak partai berkuasa, Partai Kongres, untuk menyikapi proposal pengunduran diri para pembantunya itu kemarin petang. Dalam rapat tersebut, Patil menjelaskan langkahnya diharapkan memperingan tekanan terhadap pemerintah India pasca serangan teroris di kota berjuluk Bollywood itu. Setelah rapat, PM Manmohan Singh menyatakan menerima pengunduran diri Shivraj Patil. Tapi, untuk M.K. Narayanan belum ada jawaban resmi. Menurut sumber di kantor PM India, Menteri Keuangan P. Chidambaram akan ditunjuk untuk menggantikan sementara tugas Patil. Chidambaram, alumnus Harvard University, dinilai paling layak karena menduduki pos Mendagri pada masa pemerintahan PM Rajiv Gandhi.Diperkirakan meluasnya kekecewaan terhadap pemerintah akan mendorong pengunduran diri lebih banyak pejabat tinggi pemerintah, khususnya yang terkait masalah keamanan. Pada rapat di luar kebiasaan dalam protokol pemerintah India kemarin, juga dibicarakan langkah-langkah antiteror baru di India, termasuk perombakan UU antiteror, dan kemungkinan pembentukan badan antiteror baru. Duka Mumbai Setelah hampir tiga hari menjadi kota mati, aktivitas Kota Mumbai berangsur-angsur pulih. Pada hari libur kemarin, warga memilih mendatangi tempat-tempat yang diduduki teroris, khususnya ikon kota Hotel Taj Mahal. Suasana duka sangat terasa di kompleks sekitar hotel 563 kamar yang dibangun 102 tahun lampau itu. Rasa belasungkawa itu diungkapkan dalam bentuk doa, meletakkan bunga, dan menyalakan lilin di sekitar lokasi serangan. Beberapa warga lain memilih berunjuk rasa mengutuk serangan dan mencerca pemerintah yang dianggap gagal memberikan rasa aman. Seorang pengunjuk rasa mempertanyakan betapa lambannya pasukan antiteror merespons serangan pada Rabu (26/11) malam, sehingga meluas sampai ke sepuluh tempat. Padahal, pelakunya hanya 10 pemuda berumur 20-30 tahun. Di bagian lain, Cafe Leopold, salah satu target serangan teroris yang pertama, membuka kedainya kemarin. Para pramusaji berseragam t-shirt Polo merah berbaris menyambut pengunjung pertama. Sang manajer memimpin teriakan "God bless India" sebelum memulai layanan. Menurut Farhan Jehani, pemilik kafe, pembukaan secepatnya tempat kongkow favorit turis mancanegara itu adalah bukti perlawanan terhadap para teroris. "Jika kami buka, seluruh dunia tahu bahwa kami menang dan mereka (para teroris) kalah," tegasnya. (BBC/CNN/kim)
Metro TV / TranTV / RCTI/Global TV / Indosiar / tvOne / ANTV / Jogja TV / TPI

Temukan Rahasia Terpanas mencari uang melalui internet! Dengan Metode Panas namun halal ini anda akan mendapatkan banyak uang dari internet! Metode ini di perkenalkan oleh Mas Haryo. Beliau telah lama berkecimpung di dunia bisnis internet. Anda dapat melihat kesuksesannya dengan metode-metode yang telah ia kembangkan itu. Bisnis ini tidak perlu dengan mengeluarkan banyak modal. Hanya dengan modal yang sangat kecil dan terjangkau anda akan melihat aliran uang yang sangat kencang dari metode ini ke rekening bank anda! Anda tidak perlu takut ambil risiko kehilangan uang! Sebab Jika anda tidak dapat menghasilkan uang melalui metode ini, Kami akan mengganti uang anda 2x LIPAT!Sudah banyak orang yang berhasil,kini giliran anda!Buktikan SENDIRI! Silahkan ikuti petunjuk2 yang ada dengan baik.Untuk Informasi lebih lanjut Silahkan Klik DI SINI.


Ingin mendapatkan rupiah/dollar secara mudah dari internet, klik DISINI" ...!!

Kamis, 04 Desember 2008
Premium Langka, SPBU Di-Warning

DPR Desak Cabut Izin JAKARTA - Kelangkaan premium dalam beberapa hari terakhir di sejumlah lokasi membuat Badan Pengatur Hilir Kegiatan Usaha Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) geram. BPH Migas menyatakan, pihaknya bakal menyemprit PT Pertamina (Persero) dan pengusaha SPBU akibat kelangkaan tersebut.Kepala BPH Migas Tubagus Haryono mengatakan, kelangkaan premium terjadi akibat keengganan pengusaha pemilik SPBU menebus BBM dari Pertamina. Penyebabnya, Pertamina mengubah kebijakan menjelang hari H penurunan harga BBM. "Masalahnya, kami tidak diberi tahu soal perubahan kebijakan itu. Akibatnya, banyak terjadi kelangkaan," ujarnya saat rapat dengar pendapat (RDP) di Komisi VII DPR kemarin (3/12).Sejak awal, lanjut dia, pihaknya bersama Ditjen Migas sudah berkoordinasi dengan Pertamina untuk mengantisipasi kelangkaan premium. Ini karena pengusaha SPBU enggan menanggung rugi akibat selisih harga saat menebus premium Rp 6.000, tapi menjualnya Rp 5.500 per liter.Sebelumnya, kata Tubagus, Pertamina menyatakan bersedia menanggung selisih Rp 500 per liter tersebut. "Karena itu, kami tidak khawatir terjadi kelangkaan. Sebab, masalahnya sudah beres," katanya. Namun, lanjut dia, keputusan menanggung selisih Rp 500 per liter tersebut tidak dijalankan Pertamina. Pertamina ternyata hanya bersedia menanggung selisih Rp 80 per liter.Keputusan itu diambil setelah berkonsultasi dengan Kementerian BUMN selaku pemegang saham. "Kami terkejut dengan keputusan tersebut. Karena itu, kami tidak tinggal diam. Kami akan beri peringatan keras kepada Pertamina," tegasnya.Pernyataan senada dilontarkan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro. Menurut dia, kelangkaan terjadi akibat pengusaha SPBU tidak mengambil premium ke Pertamina. "Kami sudah peringatkan mereka," tandasnya.Dimintai komentar, Ketua Himpunan Pengusaha Swasta Nasional (Hiswana) Migas M. Nur Adib justru menyalahkan Kementerian BUMN yang membatalkan rencana Pertamina memberikan kompensasi Rp 500 per liter kepada pengusaha SPBU. "Ide itu sudah baik, tapi kenapa ditolak. Itu salahnya Menteri BUMN," ujarnya.Sebagai pengusaha, pihaknya tidak mau rugi karena harus menanggung selisih harga Rp 500 per liter. "Jadi, kami tidak mau menebus tanggal 30 karena takut rugi," katanya. Sebelumnya, Adib mengatakan, kerugian yang harus ditanggung pengusaha adalah selisih harga lama dan baru sebesar Rp 500 dikurangi margin Rp 80 atau Rp 420. Jika dikalikan 58.000 KL konsumsi premium per hari, kerugian seluruh SPBU mencapai Rp 22 miliar.Namun, sikap Hiswana Migas tersebut dikritik keras Wakil Ketua Komisi VII DPR Sutan Bhatoegana. Menurut dia, sikap pengusaha SPBU yang tidak mau rugi saat harga premium turun Rp 500 per liter jelas tidak bisa dibenarkan."Sebab, dulu saat harga BBM naik, mereka sudah untung banyak. Jadi, tidak fair kalau sekarang mereka protes. Karena itu, harus ada tindakan tegas. Kalau perlu, cabut izin usaha SPBU," tegasnya. (owi/oki)
Kamis, 04 Desember 2008
Kapolri Hanya Tegur Enam Jenderal

Dugaan Beking Judi JAKARTA - Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri meluruskan sejumlah pemberitaan yang menyebutkan bahwa enam jenderal terlibat beking judi. Kapolri tak menginginkan polemik itu membuat panas organisasi yang dipimpinnya. Kendati belum memeriksa keenam jenderal tersebut, lulusan Akpol angkatan '74 itu menegaskan tak ada jenderal yang membekingi judi.''Ini pernyataan dari Kapolri. Tanggung jawab saya,'' kata orang nomor satu di Polri itu dalam jumpa pers khusus di Rupatama, Mabes Polri, kemarin (3/12). Acara yang berlangsung lima menit dan tanpa sesi tanya jawab itu tidak biasanya karena digelar khusus untuk menanggapi berita miring soal keterlibatan jenderal dalam praktik judi. Turut hadir, Irwasum Komjen Pol Jusuf Manggabarani dan Kadiv Propam Irjen Pol Alantin Simanjuntak.''Kami ini sedang menghadapi tugas berat ke depan, jangan sampai ada berita seperti ini (sehingga) membuat organisasi saya kurang baik. Karena itu, tolong, jangan dipelintir teman-teman (wartawan) seolah-olah karena (enam jenderal itu) terlibat judi sehingga harus dipecat,'' katanya. Mantan Kabareskrim itu menambahkan, keenam jenderal tersebut hanya dikenai sanksi manajerial dalam bentuk teguran. Tak lebih.Seperti diberitakan (Jawa Pos, 2/12), enam jenderal terkena getah buntut dari terbongkarnya gembong judi toto gelap Atjin oleh Kapolda Riau Brigjen Pol Hadiatmoko pada 23 Oktober lalu. Pengungkapan kasus Atjin itu melebar. Sebab, dari hasil pemeriksaan, tersangka beroperasi sejak 2001. Padahal, sejak Agustus 2005, mantan Kapolri Jenderal (pur) Sutanto telah mencanangkan gerakan antijudi yang kini dilanjutkan Bambang Hendarso.Muncul pertanyaan, mengapa selama ini Atjin tidak tersentuh. Dari situlah, enam jenderal yang pernah menjabat Kapolda dan Wakapolda Riau hendak dimintai pertanggungjawaban manajerial. Sebab, sebagai pimpinan, mereka tak bisa beralasan tidak mengetahui judi Atjin yang dinilai kasatmata itu. Keenam jenderal itu, antara lain, Irjen Pol Sutjiptadi yang sekarang menjabat gubernur Akpol, Irjen Pol Ito Sumardi yang kini Kapolda Sumsel, dan Brigjen Pol S. Damanhuri yang menjadi Widyaiswara Sespim Polri.(naz/iro)

JAKARTA - Perundingan alot soal pembayaran ganti rugi bagi korban semburan lumpur Lapindo akhirnya menghasilkan kompromi. Korban sepakat kekurangan 80 persen ganti rugi dibayar secara dicicil oleh Lapindo.Kompromi itu tidak dicapai dengan mudah. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono harus memerintahkan tiga menteri, yakni Menteri PU Djoko Kirmanto, Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah, dan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro untuk memediatori negosiasi antara Lapindo Brantas Inc dan korban lumpur Sidoarjo yang datang ke Jakarta. Pertemuan di gedung Setneg itu berlangsung hampir lima jam. Perdebatan panjang akhirnya menghasilkan rumusan bahwa kedua pihak sepakat pembayaran ganti rugi 80 persen dicicil Rp 30 juta setiap bulan, sampai lunas. Jatuh tempo pembayaran 80 persen bervariasi. Ada yang Desember, Januari, Februari, Maret, atau April. "Bersamaan dengan pembayaran Rp 30 juta tahap pertama akan ditambahi Rp 2,5 juta untuk kontrak rumah," kata Menteri PU Djoko Kirmanto saat konferensi pers di Kantor Presiden tadi malam (3/12). Atas keputusan tersebut, kata Djoko, semua pihak harus menerima. "Presiden meminta semua pihak mengikuti semua yang disepakati hari ini," kata menteri yang juga Dewan Pengarah Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) itu. Bagaimana jika Lapindo kembali mengingkari kesepakatan? Menteri PU yakin pembayaran ganti rugi terhadap warga korban lumpur Lapindo berjalan lancar dan Lapindo tidak mengingkari kesepakatan yang telah dibuat antara pemerintah, masyarakat korban lumpur, dan PT Minarak Lapindo. "Itu kan sudah ada perjanjian di atas materai. Jadi, kita semua harus disiplin," ujarnya.Djoko menambahkan, jika Lapindo kembali ingkar, ada sanksi yang akan diberikan. Namun, Djoko tidak menjelaskan secara detail apa sanksi yang akan diberikan itu."Di situ ada sanksi, harus mau diproses secara hukum. Itu bunyinya," jelas Djoko.Kus Sulasono, koordinator tim 16 yang membawahkan empat ribu kepala keluarga Perumahan Tanggul Angin Sejahtera (Perumtas), mengaku puas dengan kesepakatan tersebut. Mengenai suasana perdebatan alot antara Lapindo dan warga korban lumpur mulai pukul 14.00 hingga pukul 19.00 WIB, Kus menuturkan, semula korban lumpur meminta pembayaran tahap pertama pada Desember 2008 senilai Rp 75 juta. "Agar warga dapat membeli rumah," ujarnya.Lapindo yang sejak awal bertahan pada nilai Rp 15 juta akhirnya menaikkan tawaran menjadi Rp 30 juta dan uang sewa rumah Rp 2,5 juta yang kemudian disepakati warga. Meski cukup puas dengan hasil kesepakatan itu, Kus mengatakan tidak menjamin tak akan ada lagi unjuk rasa warga korban lumpur apabila Lapindo tidak menepati janji.Sementara itu, Direktur Utama Lapindo Brantas Inc Nirwan Bakrie hanya berkomentar singkat menanggapi hasil kesepakatan. "Alhamdulillah sudah selesai. Perpres 14 tetap dilaksanakan, tidak ada pelanggaran. Kedua pihak, Lapindo maupun warga bahagia hari ini," tambahnya.SBY Geram Sebelum terjadi kesepakatan antara Lapindo dan warga, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terlihat geram dan marah saat memanggil Direktur Utama PT Lapindo Brantas Nirwan Bakrie, sejumlah menteri, dan kepala BPLS di Kantor Presiden, Jakarta, kemarin mulai pukul 13.15 hingga 14.00. Nirwan datang terlambat dari jadwal pukul 12.00. Dia baru datang sekitar pukul 12.30. Presiden harus menunggu Nirwan datang.Saat mengawali pembicaraan yang tertunda lebih dari satu jam itu, SBY mengaku masalah penanganan korban lumpur mengganggu pikirannya. "Masalah ini mengganggu pikiran saya berhari-hari. Aceh saja bisa selesai!" ujar presiden sambil menepukkan tangan kanannya di dada. Dengan nada tinggi presiden melanjutkan kata-katanya. Kata-katanya pendek dan terputus-putus. Merasa menjadi sasaran kemarahan, Nirwan Bakrie yang duduknya hanya berjarak dua meter dari presiden menundukkan kepala. Sebelum kalimat berikutnya, wartawan yang dipersilakan mengambil foto diminta keluar oleh anggota Pasukan Pengamanan Presiden. Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng saat dikonfirmasi apakah presiden marah kepada Nirwan Bakrie, tidak memberikan jawaban. Menurut Andi, presiden meminta para menteri terkait segera menyelesaikan masalah Lapindo dengan cepat. Datangi Kedubes Belanda Pada saat wakil-wakilnya bernegosiasi di Setneg, sekitar 70 korban lumpur Lapindo mendatangi Kedubes Kerajaan Belanda di Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Mereka meminta bantuan talangan dana pembayaran ganti rugi sekaligus meminta izin menumpang mengungsi beberapa hari. ''Ini bentuk kekecewaan kami dengan tawaran penyelesaian pembayaran ganti rugi oleh pemerintah. Untuk itu, kami meminta dukungan negara-negara sahabat,'' ujar Sumitro, salah satu koordinator warga korban Lapindo, ketika ditemui di lokasi demonstrasi kemarin (3/12).Di depan gerbang Kedubes Belanda, warga Lapindo ditemui perwakilan dari Kedubes, yakni Head of Political Affairs Mr Paul Ymkers. Dalam pertemuan 15 menit tersebut, Ymkers menampung keluhan mereka dan langsung melakukan rapat dengan sejumlah petinggi Kedubes Belanda. Warga Sidoarjo itu juga menyerahkan kertas berupa kumpulan berita acara korban lumpur Lapindo setebal 100 halaman yang berisi risalah rapat korban lumpur dengan pemerintah.Di bagian lain, investigasi semburan lumpur oleh Komnas HAM telah memasuki tahap akhir. "Tim sudah selesai, tinggal finishing laporan," kata Komisioner Komnas HAM Syafruddin Ngulma Simeulue kemarin. Tim investigasi, kata dia, akan menyampaikan laporan tim dalam rapat paripurna Komnas HAM yang direncanakan 9 Desember mendatang."Keputusannya nanti di sana (paripurna, Red). Pasti ada perdebatan," sambungnya. Komnas HAM membentuk tim investigasi setelah menemukan delapan kejanggalan atas semburan yang terjadi pada 29 Mei 2006 tersebut. (tom/zul/yun/fal/kim)


Ingin mendapatkan income rupiah/dollar secara mudah dari internet,klik "PAS DISINI" ...!!

Kamis, 04 Desember 2008
Yenny: Untuk Merebut PKB
JAKARTA - Nama Gus Dur masih besar. Setelah PKB versi kepemimpinannya ditolak KPU, mantan presiden itu kemarin (3/12) mendirikan organisasi massa untuk mengonsolidasikan pendukungnya. Namanya Gerakan Kebangkitan Rakyat, disingkat Gatara. Kebesaran nama Gus Dur terlihat dengan kehadiran sejumlah tokoh nasional. Ada capres Sutiyoso dan Rizal Ramli. Juga hadir mantan Ketua Umum Golkar Akbar Tandjung. Selain itu, tampak aktivis Hariman Siregar dan Ketua Umum Partai Buruh Muchtar Pakpahan. Sejumlah tokoh PKB yang setia berada di belakang Gus Dur juga hadir, termasuk putrinya, Yenny Wahid. Aktivis lainnya yang datang adalah Lalu Misbach, Muhyidin Arubusman, dan Herwami Taslim.Rizal Ramli yang menjadi menteri koordinator perekonomian semasa pemerintahan Gus Dur berharap agar Gatara menjadi partai politik setelah Pemilu 2009. ''Saya ingin setelah Pemilu 2009, Gatara akan menjadi Partai Kebangkitan Rakyat,'' ujar Rizal saat diberi kesempatan untuk berorasi dalam deklarasi Gatara di Kantor The Wahid Institute, Jakarta, kemarin.Dukungan agar Gatara bisa menjadi partai politik, lanjut Rizal, ditunjukkan dengan masih besarnya simpati terhadap Gus Dur. ''Pemerintah dan PKB boleh melupakan Gus Dur, tapi rakyat tetap mengingat. Saya sudah keliling Indonesia hingga pelosok desa. Mereka masih berharap Gus Dur menjadi pemimpin nasional,'' tegas Rizal. Dia bahkan menganalogikan PKB sebagai gerbong kosong yang ditinggal penumpangnya. Sebab, penumpangnya masih ikut Gus Dur.Namun, harapan Rizal tersebut langsung ditutup Zannuba Arifah Chafsoh (Yenny Wahid). Menurut dia, langkah ayahnya mendirikan Gatara tak lepas dari keinginan untuk merebut kembali PKB yang saat ini dipimpin Muhaimin Iskandar. ''PKB tetap punya kita, akan kita rebut kembali,'' tegas Yenny.Dia menambahkan, saat ini Gus Dur disisihkan dari PKB. Gatara, imbuh Yenny, akan menjadi wadah konsolidasi bagi Gus Dur dan pendukungnya. Dia mengharapkan pendukung Gus Dur yang kecewa dengan proses internal di PKB dapat bergabung ke organisasi tersebut. ''Kader PKB itu memilih PKB bukan karena yang lain, tapi karena Gus Dur,'' pungkasnya. Gus Dur sendiri tidak ingin berpolemik tentang arah politik Gatara ke depan. ''Kita lihat saja nanti,'' ucapnya sesudah deklarasi. Dia menyatakan saat ini masih dizalimi dengan tidak diloloskan sebagai calon presiden 2009. Padahal, lanjut Gus Dur, rakyat pendukungnya masih ingin dirinya maju kembali sebagai capres.Dia kemudian mengkritik sejumlah lembaga survei yang selalu menempatkan dirinya sebagai tokoh tidak populer. ''Konstituen saya itu orang yang tidak punya telepon, tidak nonton TV, atau baca koran. Jadi, kalau survei itu dilakukan dengan menggunakan telepon atau menggunakan media, ya tidak nyambung,'' cetus Gus Dur. (cak/tof)
Nikmati Perjalanan anda bersama kami

Bingung mencari uang…? STOP! Sekarang Anda Bisa Menghasilkan Uang Dengan Mudah Dan Melimpah Dari Berbagai Bisnis Sederhana Di Internet! Mendapat uang dengan mudah dan melimpah melalui jalan-jalan yang HALAL, LEGAL, SANTAI! Lupakan sulitnya mencari lowongan kerja! Jalankan cara-cara yang saya ajarkan, dan bersiaplah untuk menerima aliran uang ke rekening Anda dengan segera! http://uangpanas.com/?id=asharsgy